01 / 04
02 / 04
03 / 04
04 / 04

ATISI yakin penjualan CCTV menjanjikan

Jumat, 06 April 2018

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) yakin bisnis CCTV di Indonesia masih prospektif ke depan. Pembangunan yang dilakukan secara masif di Indonesia bisa menjadi faktor pendorong.

Sekretaris Jenderal ATISI Aritonang mengatakan seperti di DKI Jakarta misalnya, yang akan menyediakan 60.000 CCTV untuk keamanan lalu lintas. “Kalau itu sudah digelar masyarakat semakin aman,” tegasnya Jum’at (6/4).

Data ATISI mencatat nilai impor produk CCTV sebesar Rp 1,6 triliun di tahun 2017. Tahun ini ATISI memproyeksikan nilai impor produk CCTV naik 12,5% menjadi Rp 1,8 triliun. 

Aritonang juga mengatakan pertumbuhan bisnis CCTV selalu tumbuh lebih dari 10% selama lima tahun terakhir.

Tugas utama ATISI adalah selalu mensosialisasikan ke masyarakat juga berbagai pihak yang dirasa membutuhkan CCTV untuk memilih produk yang aman. Sebab, CCTV juga memiliki kemungkinan untuk dibajak dan justru menjadi berbahaya bagi pemiliknya.

Oleh karenanya, Aritonang berharap persaingan bisnis CCTV berjalan sehat dengan mengedepankan kualitas produk. “Kami harapkan persaingan sehat. Produk jangan hanya murah tapi harus hightech,” tegasnya.

Incorporating with

Supported by

   

Supporting Publications

     

 

© 2017 Indo Security Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama