01 / 04
02 / 04
03 / 04
04 / 04

Pentingnya Pengawasan Keamanan di Proyek Infrastruktur

Kamis 01 November 2018

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta kepada seluruh pekerja konstruksi untuk memperhatikan keamanan dan keselamatan ketika mengerjakan proyek infrastruktur. Jangan sampai adalagi kecelakaan konstruksi yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada seluruh stakeholder fokus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM). Karena dengan adanya peningkatan SDM maka pekerjaan yang dilakukan pun lebih berkualitas.

"Di tengah kesempatan kerja yang terbuka luas di dalamnya melekat tanggung jawab bekerja. Keamanan pekerja. Jangan adalagi kasus bangunan roboh atau kecelakaan fatal. Proyek harus menjadi perhatian di wilayah rawan," tegas Jokowi saat pembukaan Indonesia Infrastructure Week 2018 di Jakarta.

Nyatanya, selain keselamatan dalam pembangunan infrastruktur, dibutuhkan juga keamanan untuk pengawasan infrastruktur.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) Aritonang mengatakan, perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) tidak hanya memberikan peluang besar namun juga ancaman keamanan yang besar bagi akselerasi bisnis maupun infrastruktur.

"Infrastruktur strategis merupakan salah satu sasaran empuk bagi penyadapan atau pencurian data di dunia. Sangat penting untuk mengevaluasi kembali standar teknologi keamanan dalam melindungi infrastruktur," katanya.

ATISI mengungkapkan Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa telah melarang pemakaian produk keamanan yang memiliki celah keamanan (backdoor code) sebagai bentuk perlindungan infrastruktur stategis terhadap potensi ancaman keamanan negara.

Teknologi yang saat ini mutlak harus ada di sistem keamanan adalah anti penyadapan data, khususnya pertahanan terhadap backdoor code.

“Ajang Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis maupun pemerintah untuk memiliki solusi terhadap risiko ancaman keamanan yang terus meningkat," kata Founder & Chairman, Professtama Teknik Cemerlang Sanny Suharli.

Mengingat dengan backdoor code, akses ke CCTV dapat diretas tanpa perlu mengetahui kata sandi, sehingga rentan pencurian rekam data denah ruangan maupun aktivitas di infrastruktur strategis.

Sumber: https://economy.okezone.com

Incorporating with

Supported by

   

Supporting Publications

     

 

© 2017 Indo Security Expo & Forum. All Rights Reserved. Organised By PT Napindo Media Ashatama